Saat belajar Modalverben, kamu mungkin sudah terbiasa dengan bentuk seperti ich muss, ich kann, atau ich will. Namun, bagaimana kalau kamu ingin menceritakan sesuatu yang terjadi di masa lalu? Misalnya, kamu ingin mengatakan bahwa kemarin kamu harus belajar, dulu kamu tidak bisa datang, atau waktu kecil kamu ingin menjadi dokter.
Dalam bahasa Jerman, kalimat seperti itu biasanya menggunakan Modalverben dalam bentuk Präteritum.
Contohnya:
Ich musste gestern lernen. (Saya harus belajar kemarin.)
Als Kind wollte ich Ärztin werden. (Waktu kecil saya ingin menjadi dokter.)
Di sini, bentuk muss, kann, dan will berubah menjadi musste, konnte, dan wollte karena digunakan untuk menceritakan masa lalu.
Materi ini penting dipahami di level A2 karena Modalverben sering muncul ketika kita menceritakan pengalaman, kewajiban, kemampuan, keinginan, atau izin yang terjadi sebelumnya.
Yuk, pelajari bentuk Präteritum dari Modalverben secara perlahan supaya kamu bisa menggunakannya dengan lebih natural dalam kalimat bahasa Jerman.
Apa Itu Modalverben dalam Bentuk Präteritum?
Sebelum membahas bentuk lampau, mari kita ingat sebentar apa itu Modalverben.
Modalverben adalah kata kerja bantu yang digunakan untuk menyatakan kemampuan, kewajiban, keinginan, izin, atau saran.
Enam Modalverben yang paling sering digunakan adalah:
| Modalverb | Arti |
| können | bisa |
| müssen | harus |
| wollen | ingin |
| sollen | seharusnya |
| dürfen | boleh |
| mögen | suka |
Saat digunakan untuk menceritakan sesuatu yang sudah terjadi, bentuk Modalverben tidak lagi sama seperti yang kamu pelajari pada level A1. Bentuknya berubah menjadi Präteritum yang digunakan untuk Vergangenheit (masa lampau).
Kamu akan sering menemukan bentuk-bentuk ini saat membaca cerita pendek, mendengarkan percakapan, maupun ketika ingin menceritakan pengalamanmu sendiri.
Bentuk Präteritum Modalverben
Berikut adalah perubahan bentuk keenam Modalverben dalam Präteritum.
| Infinitiv | Präteritum | Arti |
| können | konnte | bisa |
| müssen | musste | harus |
| wollen | wollte | ingin |
| sollen | sollte | seharusnya |
| dürfen | durfte | boleh |
| mögen | mochte | suka |
Sekilas bentuk-bentuk ini memang terlihat baru. Namun, kamu tidak perlu menghafalnya sekaligus. Mulailah dari Modalverben yang paling sering digunakan, seperti müssen, können, dan wollen. Setelah sering bertemu dalam latihan dan percakapan, bentuk-bentuk tersebut biasanya akan lebih mudah diingat.
Cara Membentuk Kalimat
Kalau kamu sudah bisa membuat kalimat Modalverben pada Present, kamu tidak perlu mempelajari pola baru dari awal.
Yang berubah hanyalah bentuk Modalverb-nya, sedangkan susunan kalimat tetap sama.
Pola Kalimat
Subjek + Modalverb (Präteritum) + … + Verb Utama (Infinitiv).
Contoh:
Ich musste lernen. (Saya harus belajar.)
Wir konnten nicht kommen. (Kami tidak bisa datang.)
Sie wollte Ärztin werden. (Dia ingin menjadi dokter.)
Perhatikan bahwa kata kerja utama tetap berada di akhir kalimat dalam bentuk infinitif, sama seperti saat menggunakan Modalverben pada Present.
Contoh Lain:
1) Ich musste gestern lange arbeiten. (Saya harus bekerja lama kemarin.)
2) Wir konnten den Zug nicht erreichen. (Kami tidak bisa mengejar kereta.)
3) Sie wollte Lehrerin werden. (Dia ingin menjadi guru.)
4) Er durfte früher nach Hause gehen. (Dia boleh pulang lebih awal.)
5) Ihr solltet mehr Deutsch üben. (Kalian seharusnya lebih banyak berlatih bahasa Jerman.)
6) Meine Schwester mochte Mathematik nicht. (Adik perempuan saya tidak menyukai matematika.)
Contoh Percakapan
Laura: Warum warst du gestern nicht im Deutschkurs?
Ben: Ich musste zum Zahnarzt gehen.
Laura: Konntest du heute kommen?
Ben: Ja. Jetzt geht es mir besser.
Arti
Laura: Mengapa kemarin kamu tidak datang ke kelas bahasa Jerman?
Ben: Saya harus pergi ke dokter gigi.
Laura: Apakah hari ini kamu bisa datang?
Ben: Ya. Sekarang saya sudah merasa lebih baik.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Banyak pembelajar lupa mengubah bentuk Modalverb ketika menceritakan kejadian di masa lalu.
Misalnya:
Falsch: Ich muss gestern arbeiten.
Karena ada kata gestern, kalimat tersebut seharusnya menggunakan bentuk Präteritum.
Kalimat yang benar adalah:
Richtig: Ich musste gestern arbeiten.
Jadi, setiap kali kamu melihat keterangan waktu seperti gestern, letzte Woche, atau früher, biasakan mengecek kembali apakah Modalverb yang digunakan juga sudah berubah ke bentuk Präteritum.
Yuk, Coba Praktik Dulu!
Sekarang giliran kamu.
Ubahlah kalimat-kalimat berikut ke bentuk Präteritum.
- Ich muss heute lernen.
- Wir können nach Hause gehen.
- Sie will Ärztin werden.
Kalau sudah selesai, coba bacalah kembali dengan suara keras. Cara sederhana seperti ini bisa membantumu lebih cepat terbiasa mengenali bentuk-bentuk Präteritum.
Latihan Soal
1. Bentuk Präteritum dari müssen adalah …
a. müssen
b. musste
c. gemusst
2. Bentuk Präteritum dari dürfen adalah …
a. durfte
b. dürfen
c. gedurft
3. Kalimat yang benar adalah …
a. Ich konnte nicht kommen.
b. Ich konnte nicht gekommen.
c. Ich kommen konnte nicht.
4. Apa arti kalimat “Wir wollten nach Berlin fahren”?
a. Kami harus pergi ke Berlin.
b. Kami ingin pergi ke Berlin.
c. Kami boleh pergi ke Berlin.
5. Lengkapi kalimat berikut.
Er ______ gestern lange arbeiten.
a. musste
b. muss
c. gemusst
Kunci Jawaban
1. b
2. a
3. a
4. b
5. a
Nah, setelah mempelajari materi ini, coba ingat satu hal sederhana: yang berubah hanyalah bentuk Modalverb-nya, sedangkan pola kalimatnya tetap sama.
Jadi, ketika ingin menceritakan sesuatu yang harus, bisa, ingin, boleh, atau seharusnya dilakukan di masa lalu, jangan lagi menggunakan muss, kann, atau will, tetapi gunakan bentuk Präteritumnya seperti musste, konnte, atau wollte.
Tidak perlu terburu-buru menghafal semuanya, guys. Semakin sering kamu membaca, mendengar, dan menggunakannya dalam kalimat, semakin natural pula bentuk-bentuk tersebut akan terasa.
Belajar Bahasa Jerman Lebih Asyik Bareng Cetta German!
Kalau setelah membaca artikel ini kamu masih berpikir, “Aku paham sih, tapi pas disuruh bikin kalimat sendiri masih suka ragu,” tenang, itu wajar. Hampir semua pembelajar bahasa Jerman pernah ada di tahap itu.
Di Cetta German, kami belajar dengan cara yang sama. Setiap materi dijelaskan langkah demi langkah, disertai banyak contoh, latihan, dan praktik yang dekat dengan situasi sehari-hari. Jadi, kamu tidak hanya tahu bentuk musste atau konnte, tetapi juga benar-benar paham kapan harus menggunakannya.
Kalau kamu ingin belajar bahasa Jerman dengan suasana yang santai, penjelasan yang mudah dipahami, dan tutor yang siap membimbing tanpa membuatmu takut salah, kamu bisa belajar di Cetta German!
Ceritakan situasimu ke tim Cetta German. Tim Cetta German akan membantu kamu membuatkan plan belajar yang cocok berdasarkan level bahasamu.
Untuk kamu yang sudah punya basic Jerman, kamu bisa coba berbagai kelas dasar lanjutan dari Cetta German:
- Grundstufe-A2 Reguler: Kelas dasar lanjutan bahasa Jerman yang berisi 4-10 peserta.
- Grundstufe-A2 Private 1on1: Kelas dasar lanjutan bahasa Jerman ekslusif 1on1 bersama tutor dengan jadwal fleksibel
- Grundstufe-A2 Private Group: Kelas dasar lanjutan bahasa Jerman yang berisi 2-4 peserta dengan jadwal fleksibel
Atau, kalau kamu sedang dikejar waktu, kamu bisa mengikuti kelas intensif dari Cetta German:
- Grundstufe-A2 Intensif: Kelas dasar lanjutan bahasa Jerman berisi 4-10 peserta dengan 5x meeting per minggu.
- Kelas Bahasa Super Intensif: Program belajar bahasa super intensif A1-B1 ditambah kelas persiapan ujian B1 Goethe-Zertifikat
Selain itu, kamu bisa mengikuti kelas khusus bersama native dari Cetta German yang akan mempertemukanmu dengan penutur asli Jerman!
Bingung mau pilih kelas yang mana? Konsultasi gratis dengan tim Cetta German sekarang juga! Gunakan kode promo BACACETTAUPDATES untuk raih diskon 10%.
*Artikel ini ditulis oleh Asa Desisi Putri tutor Cetta German.