Pernah merasa bingung saat melihat kalimat seperti ini?
Ich sehe den Hund. (Aku melihat anjing itu.)
Lalu beberapa saat kemudian kamu menemukan kalimat berikut:
Der Hund spielt. (Anjing itu bermain.)
Padahal kedua kalimat tersebut menggunakan kata Hund. Namun, pada kalimat pertama artikelnya menjadi den Hund, sedangkan pada kalimat kedua menggunakan der Hund.
Kenapa bisa begitu?
Jika kamu baru mulai belajar bahasa Jerman, kebingungan seperti ini sangatlah wajar. Banyak pemula langsung mencoba menghafal tabel artikel tanpa benar-benar memahami alasan di balik perubahannya.
Padahal, sebelum menghafal bentuk artikel, ada satu hal yang jauh lebih penting untuk dipahami:
Nominativ digunakan untuk subjek.
Akkusativ digunakan untuk objek langsung.
Jika kamu selalu mengingat dua fungsi dasar tersebut, memahami Nominativ dan Akkusativ akan terasa jauh lebih mudah.
Yuk, pelajari bersama!
Apa Itu Nominativ?
Nominativ adalah kasus yang digunakan untuk subjek, yaitu orang atau benda yang melakukan suatu tindakan.
Coba perhatikan contoh berikut:
Der Mann kauft einen Apfel. (Laki-laki itu membeli sebuah apel.)
Siapa yang membeli apel?
Jawabannya adalah der Mann.
Karena der Mann melakukan tindakan membeli, maka der Mann berada dalam kasus Nominativ atau subjek.
Contoh lain:
Die Frau trinkt Kaffee. (Perempuan itu minum kopi.)
Siapa yang minum kopi?
Jawabannya adalah die Frau.
Karena die Frau melakukan tindakan minum, maka die Frau merupakan subjek atau Nominativ.
Apa Itu Akkusativ?
Akkusativ adalah kasus yang digunakan untuk objek langsung, yaitu orang atau benda yang menerima suatu tindakan.
Kembali ke contoh sebelumnya:
Der Mann kauft einen Apfel. (Laki-laki itu membeli sebuah apel)
Apa yang dibeli oleh laki-laki tersebut?
Jawabannya adalah einen Apfel.
Karena apel menerima tindakan “dibeli”, maka einen Apfel berada dalam kasus Akkusativ, yaitu sebagai objek langsung.
Perhatikan contoh berikut:
Die Frau trinkt einen Kaffee. (Perempuan itu minum sebuah kopi.)
Apa yang diminum?
Jawabannya adalah einen Kaffee.
Karena kopi menerima tindakan “diminum”, maka einen Kaffee merupakan objek langsung atau Akkusativ.
Cara Paling Mudah Membedakan Nominativ dan Akkusativ
Saat bingung menentukan kasus, coba ajukan dua pertanyaan sederhana berikut:
Siapa yang melakukan tindakan?
Jawabannya biasanya adalah Nominativ.
Apa atau siapa yang menerima tindakan tersebut?
Jawabannya biasanya adalah Akkusativ.
Contoh:
Der Schüler liest das Buch.
(Siswa itu membaca buku.)
Siapa yang membaca?
Der Schüler
Nominativ.
Apa yang dibaca?
Das Buch
Akkusativ.
Selama kamu bisa menemukan pelaku dan objek dalam kalimat, menentukan Nominativ dan Akkusativ akan jauh lebih mudah.
Perubahan Artikel pada Akkusativ
Salah satu hal yang sering membuat pemula bingung adalah perubahan artikel.
Kabar baiknya, tidak semua artikel berubah.
Perhatikan tabel berikut:
| Nominativ | Akkusativ |
| der | den |
| die | die |
| das | das |
| die (plural) | die |
Banyak orang yang panik ketika melihat tabel kasus karena mengira semua artikel berubah. Padahal pada Nominativ dan Akkusativ, perubahan yang paling sering diperhatikan justru terjadi pada artikel maskulin der yang berubah menjadi den. Artikel die dan das tetap sama.
Contoh:
Der Hund spielt.
(Anjing itu bermain.)
Di sini der Hund adalah subjek sehingga menggunakan Nominativ.
Ich sehe den Hund.
(Saya melihat anjing itu.)
Di sini den Hund menjadi objek sehingga menggunakan Akkusativ.
Contoh Kalimat
Die Mutter kauft einen Kuchen. (Ibu membeli sebuah kue.)
Nominativ: die Mutter
Akkusativ: einen Kuchen
Wir besuchen den Park. (Kami mengunjungi taman.)
Nominativ: wir
Akkusativ: den Park
Contoh Percakapan
Anna: Kaufst du heute einen Kaffee?
Lukas: Ja, ich kaufe einen Kaffee.
Anna: Und wer trinkt den Kaffee?
Lukas: Ich trinke den Kaffee.
Arti
Anna: Apakah kamu membeli kopi hari ini?
Lukas: Ya, saya membeli kopi.
Anna: Dan siapa yang minum kopi itu?
Lukas: Saya yang minum kopi itu.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Banyak orang yang terlalu fokus menghafal perubahan artikel dan melupakan fungsi dasarnya. Akibatnya, mereka sering bingung menentukan apakah harus menggunakan Nominativ atau Akkusativ. Karena itu, sebelum melihat tabel artikel, biasakan bertanya:
Siapa yang melakukan tindakan?
Siapa atau apa yang menerima tindakan?
Jika kedua pertanyaan tersebut sudah terjawab, biasanya kasus yang tepat akan lebih mudah ditemukan.
Yuk, Coba Praktik Dulu!
Tentukan mana yang merupakan Nominativ dan mana yang merupakan Akkusativ pada kalimat berikut:
Der Mann kauft ein Auto.
Die Studentin liest das Buch.
Wir besuchen den Zoo.
Latihan Soal
1. Nominativ digunakan untuk …
a. objek
b. subjek
c. kata sifat
2. Akkusativ digunakan untuk …
a. objek
b. subjek
c. kata kerja
3. Pada kalimat “Der Junge spielt Fußball.”, siapa yang merupakan Nominativ?
a. Fußball
b. spielt
c. der Junge
4. Pada kalimat “Ich kaufe einen Apfel.”, apa yang merupakan Akkusativ?
a. ich
b. kaufe
c. einen Apfel
5. Artikel “der” berubah menjadi …
a. die
b. das
c. den
Kunci Jawaban
1. b
2. a
3. c
4. c
5. c
Setelah mempelajari materi ini, ada satu hal yang perlu selalu kamu ingat:
Nominativ = subjek (pelaku tindakan)
Akkusativ = objek langsung (penerima tindakan)
Jika konsep tersebut sudah kamu pahami, menghafal perubahan artikel akan menjadi jauh lebih mudah. Jadi, jangan hanya menghafal tabel. Cobalah selalu mencari siapa pelakunya dan siapa objeknya setiap kali membaca atau membuat kalimat bahasa Jerman.
Nominativ dan Akkusativ Masih Tertukar? Yuk Latihan Bareng Tutor
Ingin belajar tata bahasa Jerman tanpa merasa pusing dengan banyaknya aturan?
Di Cetta German, kamu akan belajar melalui metode fun learning, materi yang terstruktur, serta latihan yang membantu kamu memahami konsep tata bahasa secara bertahap. Dengan begitu, kamu tidak hanya menghafal aturan, tetapi juga memahami cara menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Kalau kamu baru mulai dan belum tahu harus belajar dari mana setelah ini, ceritakan situasimu ke tim Cetta German. Tim Cetta German akan membantu kamu membuatkan plan belajar yang cocok berdasarkan level bahasamu.
Untuk pemula, kamu bisa coba berbagai kelas dasar dari Cetta German:
- Grundstufe-A1 Reguler : Kelas dasar bahasa Jerman yang berisi 4-10 peserta.
- Grundstufe-A1 Private 1on1 : Kelas dasar bahasa Jerman ekslusif 1on1 bersama tutor.
- Grundstufe-A1 Private Group : Kelas dasar bahasa Jerman yang berisi 2-4 peserta.
Atau, kalau kamu sedang dikejar waktu, kamu bisa mengikuti kelas intensif dari Cetta German:
- Grundstufe-A1 Intensif : Kelas dasar bahasa Jerman berisi 4-10 peserta dengan 5x meeting per minggu.
- Kelas Bahasa Super Intensif : Program belajar bahasa super intensif A1-B1 ditambah kelas persiapan ujian B1 Goethe-Zertifikat
Bingung mau pilih kelas yang mana? Konsultasi gratis dengan tim Cetta German sekarang juga! Gunakan kode promo BACACETTAUPDATES untuk raih diskon 10%.
*Artikel ini ditulis oleh Asa Desisi Putri tutor Cetta German.