Kosakata Bahasa Jerman A2: Mengekspresikan Kekecewaan dalam Bahasa Jerman

Kosakata A2 Kosakata Mengekspresikan Kekecewaan
Daftar Isi

Dalam artikel ini kamu akan menemukan banyak kosakata yang bisa kamu gunakan untuk mengekspresikan kekecewaan dalam bahasa Jerman. Kamu juga akan belajar bagaimana cara menggunakannya pada situasi-situasi yang sesuai. Selain itu, ada beberapa contoh penggunaan ekspresi tersebut dalam sebuah percakapan dan latihan soal pada akhir artikel. 

Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan saat belajar suatu bahasa adalah cara mengekspresikan perasaan dan diri. Nah, kali ini kamu akan mengenal salah satu ekspresi yang bisa bikin kamu makin jago mengekspresikan diri dan perasaan kecewamu dalam bahasa Jerman.

Tunggu apalagi? Yukkk kita belajar bersama-sama!!

Ekspresi Kecewa (Enttäuschung ausdrücken)

Ekspresi ini seringkali muncul untuk mengungkapkan perasaan tidak puas, sedih dan kekecewaan terhadap suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, keinginan atau ekspektasi. Untuk mengungkapkan kekecewaan atau Enttäuschung dalam bahasa Jerman, kamu perlu tahu beberapa kosakata yang berkaitan dengan ekspresi tersebut. Beberapa kosakatanya bisa kamu temui di tabel berikut : 

Adjektiv(Kata Sifat)
enttäuscht(kecewa)traurig(sedih)unzufrieden(tidak puas)frustriert(frustasi)
hoffnungslos(putus asa)demotiviert(tidak termotivasi)pessimistisch(pesimis)verärgert(kesal)
Verben(Kata Kerja)
enttäuschen(mengecewakan)bereuen(menyesali)sich ärgern(kesal)hoffen (berharap)
aufgeben(menyerah)wünschen(menginginkan)weinen(menangis)versagen(gagal)
Nomen(Kata Benda)
die Enttäuschung(kekecewaan)die Frustration(frustasi)die Traurigkeit(kesedihan)die Hoffnung(harapan)
der Wunsch(keinginan)der Fehler(kesalahan)das Problem(masalah)das Pech(kesialan)
die Sorge(kekhawatiran)die Reue(penyesalan)der Verlust(kehilangan)die Niederlage(kekalahan)

Setelah mengetahui beberapa kosakata, sekarang kamu juga perlu tahu beberapa interjeksi yang bisa kamu pakai untuk mengekspresikan kekecewaan. Interjeksi sendiri adalah kata atau istilah yang digunakan untuk mengungkapkan emosi secara langsung, seperti rasa senang, sedih, kecewa dan lain sebagainya. Sebagai contoh, kamu bisa lihat tabel berikut : 

Schade!(sayang sekali!)Ach nein!(Oh tidak!)Ach!(Ah!)So ein Pech!(Sungguh sial!)
Oh Mann!(Ya ampun!)Na toll!*(Hebat ya!) Ach du meine Güte!(Astaga!) Mist!(Sial!)

*kata “Na toll!” di atas memiliki makna sindiran. 

Nah, sekarang saatnya kamu mengetahui beberapa Redemittel atau bantuan bicara yang bisa kamu pakai saat ingin mengungkapkan sebuah kekecewaan. 

  • Das kann doch nicht wahr sein. (Itu tidak mungkin benar)
  • Echt blöd! (Benar-benar menyebalkan!)
  • Das ist wirklich eine Katastrophe. (Itu benar-benar sebuah bencana.)
  • So ein Mist! (Sialan!)
  • Das ist echt schade! (Itu benar-benar sangat disayangkan!)
  • Das ist nicht fair. (Itu tidak adil.)
  • Ich kann es kaum glauben. (Aku hampir tidak bisa mempercayainya.)
  • Alles war umsonst. (Semua sia-sia.)
  • Das ist eine große Enttäuschung. (Itu merupakan kekecewaan yang besar.)
  • Das hätte besser laufen können. (Seharusnya semuanya bisa berjalan lebih baik.)

Contoh dalam Sebuah Percakapan

Dalam contoh ini, kamu akan penggunaan beberapa kosakata, interjeksi dan Redemittel dalam sebuah percakapan tentang pertandingan sepak bola. 

Lukas : Hallo, Daniel! Hast du gestern das Fußballspiel gesehen?

Daniel : Ja, natürlich! Ich habe das ganze Spiel gesehen.

Lukas : Und? Wie hast du das Spiel gefunden?

Daniel : Ehrlich gesagt war ich sehr enttäuscht.

Lukas : Wirklich? Warum?

Daniel : Unsere Mannschaft hat 1:3 verloren. Das ist echt schade!

Lukas : Ja. Das ist nicht fair. Der Schiedsrichter hat viele Fehler gemacht. 

Daniel : Stimmt. Wir haben in den letzten Wochen sehr gut gespielt, deshalb hatte ich große Erwartungen.

Lukas : Ich kann es kaum glauben. So viele Fehler in einem wichtigen Spiel!

Daniel : Ja. Das hätte besser laufen können.

Lukas : Denkst du, dass unsere Mannschaft das nächste Spiel gewinnen kann?

Daniel : Ich hoffe es. Sie müssen besser zusammen spielen und weniger Fehler machen.

Lukas : Der Trainer wird bestimmt mit der Mannschaft sprechen.

Daniel : Hoffentlich lernen sie aus ihren Fehlern.

Lukas : Ich werde das nächste Spiel trotzdem wieder anschauen.

Daniel : Ich auch. Ich unterstütze unsere Mannschaft immer.

Lukas : Dann hoffen wir auf einen Sieg am nächsten Wochenende!

Daniel : Genau! Viel Glück für unsere Mannschaft!

Latihan Soal

Setelah mendapatkan banyak sekali kosakata untuk mengungkapkan ekspresi kecewa, sekarang saatnya kamu berlatih. 

Isilah percakapan rumpang berikut dengan Redemittel yang sesuai!

Leider | Das ist wirklich eine Katastrophe. | Echt blöd! | Das ist echt schade. | Ich hatte mehr erwartet. | Alles war umsonst. | Ich kann es kaum glauben. 

Sarah : Hey Lisa! Wie geht’s dir?

Lisa : Es geht. Übrigens, wie war dein Urlaub?

Sarah : (1) __________________________. Er war leider nicht so schön.

Lisa : Wirklich? Was ist passiert?

Sarah : Es hat jeden Tag geregnet.

Lisa : Oh nein!

Sarah : (2) ___________________. Ich wollte jeden Tag schwimmen.

Lisa : Konntet ihr wenigstens Ausflüge machen?

Sarah : Nicht wirklich. Viele Sehenswürdigkeiten waren geschlossen.

Lisa : (3) _______________________.

Sarah : Ja. Wir haben das Hotel direkt am Strand gebucht.

Lisa : Dann wart ihr bestimmt sehr enttäuscht.

Sarah : Ja. (4) ___________________________.

Lisa : Habt ihr trotzdem etwas Schönes gemacht?

Sarah : Ein bisschen. Aber (5) __________. Ich hatte mich so lange auf den Urlaub gefreut.

Lisa : Vielleicht wird der nächste Urlaub besser.

Sarah : Hoffentlich.

Kunci jawaban: 

1. Leider
2. Echt blöd!
3. Das ist wirklich eine Katastrophe.
4. Ich hatte mehr erwartet.
5. Alles war umsonst.

Kamu telah menyelesaikan satu misi belajar bahasa Jerman hari ini! Sekarang kamu jadi makin jago mengekspresikan diri dan perasaanmu dalam bahasa Jerman. Jangan lupa untuk terus belajar dan upgrade keterampilan berbahasa Jermanmu ya!

Mau Bisa Curhat dalam Bahasa Jerman?

Kalau tujuanmu bisa mengekspresikan perasaan secara natural dalam percakapan sehari-hari, kelas Cetta German melatihmu untuk bicara ekspresif dan otentik sejak level A2. Kalau tujuanmu lebih profesional seperti bekerja atau magang di lingkungan berbahasa Jerman, kemampuan mengekspresikan ketidakpuasan secara tepat dan sopan adalah skill yang tidak bisa diabaikan. Di Cetta German, kedua konteks ini dilatih bersama tutor berpengalaman yang paham kebutuhan pelajar Indonesia.

Untuk kamu yang sudah punya basic Jerman, kamu bisa coba berbagai kelas dasar lanjutan dari Cetta German:

Atau, kalau kamu sedang dikejar waktu, kamu bisa mengikuti kelas intensif dari Cetta German:


Selain itu, kamu bisa mengikuti kelas khusus bersama native dari Cetta German yang akan mempertemukanmu dengan penutur asli Jerman!

Bingung mau pilih kelas yang mana? Konsultasi gratis dengan tim Cetta German sekarang juga! Gunakan kode promo BACACETTAUPDATES untuk raih diskon 10%.

*Artikel ini ditulis oleh Rindang Faricha tutor Cetta German.
Daftar Isi
Artikel Terbaru
Tata Bahasa Jerman A2 Konjunktiv II Dasar untuk Permintaan yang Sopan
Tata Bahasa Jerman A2: Konjunktiv II Dasar untuk Permintaan yang Sopan

Apakah kalian pernah ingin memesan kopi dengan mengatakan…

Kosakata A2 Kosakata Liburan dan Wisata
Kosakata Bahasa Jerman A2: Liburan dan Wisata dalam Bahasa Jerman

Mau bilang “Aku liburan minggu depan”, “Kami menginap…

Tata Bahasa Jerman A2: Perfekt dan Partizip II dengan haben dan sein, Apa Bedanya?

Saat mulai menceritakan kegiatan yang sudah terjadi, bentuk…