Kosakata Bahasa Jerman A1: Kosakata yang Dibutuhkan Saat Pergi ke Dokter

Kosakata Jerman A1 Pergi ke Dokter
Daftar Isi

Pada artikel ini, kamu akan menemukan beberapa kosakata dan istilah yang berkaitan dengan penyakit dalam bahasa Jerman. Selain itu, kamu juga belajar tentang berbagai kalimat yang bakal sering kamu pakai saat pergi ke dokter.

Di akhir artikel, kamu akan menemukan berbagai contoh percakapan dan latihan soal untuk menguji pemahamanmu terhadap materi. 

Saat pergi ke dokter, seringkali kita merasa gugup dan takut. Apalagi kalau hal tersebut terjadi di Jerman. Nah, kosakata seputar penyakit dan kalimat-kalimat dasar saat pergi ke dokter ini penting banget buat kamu yang mau pergi ke Jerman. Supaya memudahkanmu untuk berkonsultasi dengan dokter saat kamu merasa tidak baik-baik saja. 

Yukkk langsung kita cari tahu aja!

CTA Banner kursus bahasa Jerman untuk persiapan Goethe Zertifikat

Kosakata seputar penyakit 

Untuk bisa memulai berkonsultasi dengan dokter di Jerman, kamu bisa mulai dengan mengenal beberapa kosakata seputar penyakit, seperti :

die Grippe (flu)der Schnupfen (pilek)die Depression (depresi)die Gastritis (maag)
die Erkältung (kedinginan)der Durchfall (diare)die Wunde (luka)die Dehydrierung (dehidrasi)
der Husten (batuk)die Übelkeit (mual)die Migräne (migrain)die Ohnmacht (pingsan)
das Fieber (demam)das Asthma (asma)die Infektion (infeksi)die Verstopfung (sembelit)
die Allergie (alergi)der Bluthochdruck (tekanan darah tinggi)der Herzinfarkt (serangan jantung)das Erbrechen (muntah)

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan rumus sederhana dengan meletakkan nama anggota tubuh yang sakit di antara kata die Schmerzen alias sakit dalam bahasa Indonesia.  Biar lebih mudah, coba perhatikan rumus sederhana berikut :

[die + anggota tubuh + Schmerzen]

Sekarang kamu perlu tahu beberapa kosakata seputar anggota tubuh. Perhatikan tabel di bawah ini :

der Kopf (kepala)der Bauch (perut)der Rücken (punggung)der Zahn (gigi)
das Auge (mata)der Hals (tenggorokan)der Magen (lambung)das Knie (lutut)
das Ohr (telinga)der Fuß (kaki)das Herz (jantung)die Hand (tangan)

Nah, sekarang kamu bisa menggabungkan rumus sederhana di atas untuk mengatakan sakit yang lagi kamu rasakan, contoh :

  • der Kopf + die Schmerzen = die Kopfschmerzen (sakit kepala)
  • der Hals + die Schmerzen = die Halsschmerzen (sakit tenggorokan)
  • der Rücken + die Schmerzen = die Rückenschmerzen (sakit punggung)

Untuk mengatakan kondisimu yang lagi tidak baik-baik saja, kamu bisa gunakan beberapa kalimat di bawah ini :

  • Mir geht es nicht gut. (Aku sedang tidak baik-baik saja)
  • Mir ist schlecht. (Aku merasa tidak enak badan)
  • Ich fühle mich schlecht. (Aku merasa tidak sehat)
  • Ich bin krank. (Aku sakit)
  • Ich habe + …schmerzen. (Aku merasa sakit + anggota tubuh)
  • Mein + anggota tubuh tut weh. (anggota tubuh+ku sakit)

Percakapan sederhana bersama dokter

Setelah mengetahui beberapa kosakata seputar penyakit dan bagaimana cara mengungkapkannya, sekarang kamu bisa lihat contoh percakapan antara dokter dan pasien berikut :

Dr. Müller : Guten Morgen! (Selamat pagi!)

Anna : Guten Morgen, Herr Doktor! (Selamat pagi, pak dokter)

Dr. Müller : Wie geht es Ihnen? (Bagaimana kabar Anda?)

Anna : Nicht so gut. Ich bin krank! (Tidak terlalu baik. Aku sakit)

Dr. Müller : Was fehlt Ihnen? (Apa yang Anda rasakan?)

Anna : Ich habe Bauchschmerzen und Fieber. (Aku sakit perut dan demam)

Dr. Müller : Seit wann sind Sie krank? (Sejak kapan Anda sakit?)

Anna : Seit zwei Tagen. (Sejak dua hari)

Dr. Müller : Okay. Sie müssen viel Wasser trinken und schlafen. (Oke. Anda harus banyak minum air dan tidur)

Anna : Brauche ich auch Medizin? (Apakah aku juga membutuhkan obat?)

Dr. Müller : Ja. Hier ist die Medizin. (Iya. Ini obatnya)

Anna : Danke schön, Herr Doktor. (Terima kasih pak dokter)

Dr. Müller : Gute Besserung! (Semoga lekas sembuh!)

Latihan Soal

Sekarang waktunya berlatih.

Coba cari lengkapi percakapan berikut!

  1. Dr. Schneider : Guten Morgen, Frau Weber. Bitte setzen Sie sich. ___ 
  2. Dr. Schneider : Was fehlt Ihnen? ___ 
  3. Dr. Schneider : Haben Sie auch Kopfschmerzen? ___ 
  4. Dr. Schneider : Okay. Öffnen Sie bitte den Mund. Ihr Hals ist rot. ___ 
  5. Dr. Schneider : Nein, nicht sehr schlimm. Sie haben wahrscheinlich eine Erkältung. ___ 
  6. Dr. Schneider : Ja, ein bisschen. Sie müssen viel Wasser trinken und viel schlafen. ___ 
  7. Dr. Schneider : Ja. Ich gebe Ihnen Tabletten gegen Husten und Fieber. ___ 
  8. Dr. Schneider : Gute Besserung! ___ 
  9. Dr. Schneider: Auf Wiedersehen! ___ 
CTA Banner kursus bahasa Jerman untuk persiapan Goethe Zertifikat

Hafal Kosakatanya, Tapi Siap Kalau Dokternya Balik Nanya?

Daftar kosakata di atas bisa kamu hafalkan sendiri. Yang lebih sulit adalah momen ketika dokter mulai bertanya balik, menjelaskan diagnosis, atau memberi instruksi, dan kamu harus merespons dengan cepat dalam bahasa Jerman.

Di kelas Cetta German, latihan percakapan mencakup situasi nyata seperti ini, bukan hanya pola kalimat formal, tapi bagaimana merespons ketika percakapan tidak berjalan sesuai skrip.

Mau tahu apakah level kamu sekarang sudah cukup untuk situasi seperti ini? Chat tim Cetta German sekarang dan ceritakan kebutuhanmu, nanti dibantu cari tahu langkah yang paling tepat.

Untuk pemula, kamu bisa coba berbagai kelas dasar dari Cetta German:

Atau, kalau kamu sedang dikejar waktu, kamu bisa mengikuti kelas intensif dari Cetta German:

Bingung mau pilih kelas yang mana? Konsultasi gratis dengan tim Cetta German sekarang juga! Gunakan kode promo BACACETTAUPDATES untuk raih diskon 10%.

*Artikel ini ditulis oleh Rindang Faricha tutor Cetta German.

Daftar Isi
Artikel Terbaru
Kosakata A1 Verben atau Kata Kerja
Kosakata Bahasa Jerman A1: 50 Verben atau Kata Kerja yang Sering Digunakan Sehari-hari

Coba bayangkan kamu sedang mengobrol dengan teman dari…

Tata Bahasa A1 Konjugasi Verben
Tata Bahasa Jerman A1: Cara Konjugasi Verben atau Kata Kerja Bahasa Jerman untuk Pemula

Saat mulai belajar bahasa Jerman, banyak pemula merasa…

Tata Bahasa A1 Trennbare Verben
Tata Bahasa Jerman A1: Trennbare Verben (Kata Kerja yang Bisa Terpisah)

Pernahkah kamu menemukan kalimat seperti ini? Ich stehe…